Posted by : Unknown Jumat, 22 Juni 2012

Nunukan (ANTARA News)- Kondisi pertahanan dan keamanan (hankam) di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur saat masih tetap terkendali.

"Penjagaan pertahanan dan keamanan khususnya di perairan perbatasan Sebatik-Tawau Malaysia, masih tetap eksis dan kontinyu," ujar Komandan Pos TNI Angkatan Laut Sei Pancang Pulau Sebatik, Lettu Laut Nasution, di Sebatik, Rabu.

Masalah hankam, lanjut dia, belum pernah terjadi hal-hal yang mengganggu secara serius. Berkat kesigapan para personil TNI AL yang rutin menjaga perbatasan perairan. Mengenai kesiapan menjaga hankam negara kesatuan Republik Indonesia, senantiasa tetap dipertahankan sesuai norma-norma pengamanan perbatasan. Sehingga selama ini belum menemukan kendala apapun.

Terkait dengan mobilitas warga Pulau Sebatik yang menyeberang ke Tawau Malaysia ataupun warga Malaysia yang masuk melalui Pulau Sebatik, Nasution mengatakan secara umum masih landai.

Meskipun diakuinya, biasa menemukan adanya warga Malaysia yang masuk ke Pulau Sebatik tanpa menggunakan dokumen keimigrasian (paspor). Tetapi menggunakan Id Card (IC) Malaysia semacam Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Indonesia.

Apabila menemukan semacam itu, TNI AL selaku penjaga perbatasan hanya mendata dan selanjutnya diserahkan kepada pihak imigrasi.

"Masalah dokumen lintas batas kan kewenangan imigrasi, sehingga setiap menemukan warga Malaysia masuk ke Sebatik tidak menggunakan dokumen berkoordinasi dan menyerahkannya ke imigrasi," kata Nasution.

Agar kondisi keamanan perbatasan tetap terjaga dengan baik, TNI AL yang berada di Pos Sei Pancang rutin melakukan patroli laut mengitari wilayah-wilayah perbatasan perairan. Kemampuan jajaran TNI AL dalam menjaga perbatasan juga mendapat dukungan penuh dari jajaran Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) dan Satuan Marinir TNI AL.

sumber: ANTARAnews

{ 2 komentar... read them below or Comment }

  1. Pemerintah harus segera mendirikan pos keimigrasian, lintas warga dari sebatik ke tawau atau sebaliknya dan disinilah letak intelejen gelap dari luar masuk/kelua ke Indonesia dg nyaman(surga intelejen menyusup). Kerugian ada di fihak Indonesia, Malat menik mati aturan yg kacau dan utk ketertibannya maka pemerintah harus mendata warga asing keluar masuk ke Indonesia. Contohlah Malat yg memantau keluar masuk warga Ind ke Malat sanagat sulit bg warga Ind. Bravo...anak2 bangsa yg cinta NKRI RAYA

    BalasHapus
  2. iya pak seharusnya seperti itu, jangan biargan imigran gelap masuk negara ini tampa dokumen resmi.

    BalasHapus




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Statistic

Popular Post

Blog list

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © enr-news -Metro UI- Powered by Blogger - Designed by Enggar Setiadi -