Posted by : Unknown Jumat, 06 Juli 2012

BADAN Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) akan melakukan pengawasan perdagangan gelap yang melibatkan zat radioaktif yang berpotensi disalahgunakan sebagai bagian dari dirty bomb.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bakorkamla Laksamana Madya TNI Y Didik Heru Purnomo mengatakan, pengawasan ini merupakan langkah strategis karena peredaran zat radioaktif dilakukan melalui laut.

"Peredaran zat radioaktif ditengarai lewat laut, tidak mungkin tidak lewat laut kita. Sayangnya jalan masuk ke Indonesia seperti mie diatas piring, ruwet sekali,"kata Kalakhar usai menandatangani nota kesepahaman pengawasan radiologi di wilayah perairan Indonesia antara Bakorkamla dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) di kantor Bapeten Jakarta, Selasa (3/7).

Didik menjelaskan, terdapat 58 ribu kapal yang melewati Selat Malaka tiap tahunnya. 80 persennya menuju negara industri di Asia Timur dan 60 persennya membawa bahan bakar. "Jika tak diamankan, akan memengaruhi negara di Asia Timur. Pengangkutan zat radioaktif juga melalui laut, baik dari Asia Timur, Timur Tengah, dan sebaliknya,"papar Didik.

Meskipun begitu, Didik mengakui pengawasan zat radioaktif ini belum pernah dilakukan Bakorkamla. "Selama ini kami berurusan dengan kejahatan konvensional. Kami juga belum menemukan pembuangan limbah yang ditujukan untuk kejahatan misalnya terorisme,"imbuhnya.


sumber: Jurnas

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Statistic

Popular Post

Blog list

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © enr-news -Metro UI- Powered by Blogger - Designed by Enggar Setiadi -