Posted by : enggar setiadi Rabu, 17 Oktober 2012

BANDUNG - PT Pindad memulai tahapan untuk membuat tank medium dengan bobot sekitar 20 ton. Ditargetkan pada 2014,prototipe tank tempur ini sudah jadi.Kepala Sekretariat Perusahaan Iwan Kusdiana mengatakan, pembuatan tank tempur menjadi salah satu target pengembangan produksi ke depan.Ini merupakan produk baru bagi Pindad.


Menurut dia, pengembangan dilakukan tanpa ada proses kerja sama dan alih teknologi (ToT) dengan perusahaan tank dari luar negeri. ”Kita tidak kerja sama dengan luar. Kita kembangkan sendiri,” katanya di Bandung kemarin. Terkait dengan kebijakan pemerintah yang memborong tank medium Marder dari Jerman, sejauh ini juga belum jelas mengenai alih teknologinya. Bahkan dalam pengembangan tank,Pindad juga tidak akan meniru tank ini.

Kepala Divisi Kendaraan Khusus PT Pindad Hery Mochtady menambahkan,tank yang sedang dikembangkan Pindad akan mengacu pada kebutuhan dan permintaan TNI.”Kita tidak meniru dari mana, dari mana. Kita desain sesuaikan requirementkavaleriTNI,” jelas dia. Sejauh ini,tahapan yang dilalui sampai pada pembuatan desain. Dalam pembuatan desain dilibatkan kavaleri, tapi tidak sampai mereka masuk lebih jauh ke dalam.

”Target kita pada 2014 sudah jadi prototipe. Setelah prototipe jadi, kita mulai produksi, ”tegasnya. Dia menambahkan, sejauh ini proses ToT kendaraan khusus hanya menyangkut panser cannon 90 mm yang dibeli pemerintah sebanyak 22 unit. Dari jumlah itu,11 di antaranya dirakit PT Pindad. Adapun terkait Marder,Pindad belum mengetahui seperti apa mekanisme pengadaannya, termasuk keterlibatan Pindad untuk ToT.

”Itu kan satu paket dengan Leopard. Kita belum tahu perjanjiannya seperti apa,”tuturnya. Asisten Deputi I Kemenko Polhukam Fathan Harun menyebutkan, keberadaan industri persenjataan Tanah Air sangat penting untuk mendukung penguatan kemampuan pertahanan dan keamanan. Sejauh ini, PT Pindad juga telah menunjukkan prestasi dengan memproduksi produkproduk alat pertahanan dan keamanan yang berkualitas.

Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin menyambut baik program pembuatan tank medium tersebut. Hal itu bisa memberikan keuntungan bagi badan usaha milik negara (BUMN) industri pertahanan karena bisa memproduksi dan menjualnya. Apalagi dengan memproduksi tank medium,kebutuhan alutsista TNI ke depan tidak lagi bergantung pada asing.

Panser Anoa 

Saat ini PT Pindad tengah menyelesaikan sekitar 61 panser 6X6 Anoa pesanan TNI Angkatan Darat. Jika ditotal, telah ada sekitar 200 panser yang diproduksi industri strategis BUMN itu. Ditambahkan Kepala Sekretariat Perusahaan Iwan Kusdiana, sejauh ini ada beberapa varian panser yang diproduksi, di antaranya angkut personel, ambulans, recovery, komando, dan angkut logistik. Beberapa negara telah memesan panser dari PT Pindad,di antaranya Malaysia.

”Mesinkita beli sesuai pesanan, bisa Renault bisa Mercedes,”katanya. Dia berharap ke depan mesin panser tidak didatangkan dari luar negeri. ”Kita pernah kerja sama dengan Texmaco. Tapi berhubung Texmaco kolaps, kita beli dari luar negeri. Ke depan kalau ada industri di Tanah Air yang bisa menyediakan mesin sekelas yang kita gunakan, pasti kita gunakan dari dalam negeri,”sebut dia.

{ 1 komentar... read them below or add one }

  1. Semoga Indonesia menjadi negara yang disegani kembali di tingkat internasional. Semua tergantung Goodwill dengan semangat NKRI selruh Pihak yang berkompeten. Merdeka !!

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

follow by email

Statistic

Popular Post

Blog list

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © enr-news -Metro UI- Powered by Blogger - Designed by Enggar Setiadi -